Duka Mendalam Ibu Tarilah: Anak Ketiga Meninggal Usai Dikejar Rombongan Sekolah Lain, Keluarga Minta Keadilan

Berita, Polri, Sorotan97 Dilihat

Indramayu, RedOwlNews.Com – Kabar duka menyelimuti keluarga Tarilah atas meninggalnya

Ainun Al Munawar (16 th), anak ketiga dari dua bersaudara, yang mengalami kecelakaan lalulintas pada hari Rabu 22 Oktober 2025 lalu.

Hingga kini, keluarga mengaku belum mendapatkan kejelasan tindak lanjut dan kepastian hukum atas peristiwa yang merenggut nyawa anak kesayangannya itu, Minggu 19/4/2026.

 

Ainun meninggal dunia di lokasi kejadian setelah diduga disenggol dan terjatuh saat di kejar oleh rombongan siswa dari sekolah lain, kemudian terbentur kendaraan lain.

 

Sebagai orang tua korban, Tarilah merasa sangat syok dan prihatin. Ia juga menyatakan tidak merasakan adanya keadilan dari pihak-pihak terkait atas penyebab meninggalnya anak yang ia sebut sebagai sosok berprestasi.

 

“Dari umur tiga tahun, Ainun sudah hobi bermain bulutangkis. Dari SD dan SMP, dia sudah beberapa kali menjuarai kejuaraan di setiap even, baik tingkat sekolah maupun lainnya. Bahkan dia digadang-gadang akan mewakili sekolah untuk bertanding di tingkat kecamatan hingga kabupaten,” tutur ibu korban dengan nada terisak.

 

Kronologi Kecelakaan

 

Menurut keterangan keluarga, kecelakaan bermula ketika Ainun hendak pulang sekolah. Ia dikejar oleh rombongan dari sekolah lain yang berjumlah sekitar sebelas orang siswa dengan mengendarai sepeda motor roda dua.

 

“Ainun berusaha menghindar, tetapi tetap dikejar sampai akhirnya dia terjatuh yang diduga disenggol, lalu terkena benturan dengan kendaraan lain dan meninggal di lokasi,” demikian penuturan keluarga yang di terima tim media.

 

Ketidakpuasan Terhadap Proses Hukum

 

Pihak Kasat Lantas Indramayu menyebutkan bahwa semua sudah melalui prosedur. Namun pernyataan tersebut menuai kejanggalan dari pihak keluarga. Tidak ada satupun dari sebelas orang siswa terlibat dijadikan tersangka.

 

Keluarga menilai keterangan yang disampaikan Kasat Lantas dan Penyidik Polres Indramayu sangat bertolak belakang dengan tuntutan kronologi kecelakaan.

 

Dari sumber yang diterima keluarga, salah satu dari kesebelas siswa tersebut merupakan anak dari orang tua yang pernah menjadi anggota DPR selama dua periode. Hal ini diduga menjadi penyebab kasus mandek dan tidak berkelanjutan atau “di peti eskan”.

 

Janji Bupati Tak Berwujud

 

Keluarga juga menyayangkan sikap Bupati Indramayu, Lucky Hakim, yang sempat berjanji akan membantu mengawal kasus ini sampai selesai. Namun hingga kini, janji tersebut dinilai keluarga hanya isapan jempol belaka dengan berbagai alasan.

 

Tak hanya itu, Kuwu (Kepala Desa) setempat juga disebut keluarga tidak memiliki empati sedikit pun kepada pihak korban.

 

Tuntutan Keluarga

 

Pihak Keluarga korban menuntut Polres Indramayu dan jajarannya, terutama Kasat Lantas, untuk membuka kembali kasus ini dan mengadili pihak-pihak yang terlibat secara terang benderang.

 

Keluarga juga berharap kejadian serupa tidak menimpa Ainun Ainun lain dikemudian hari.

 

Hingga berita ini di turunkan, pihak dari Kasat Lantas dan Penyidik Polres Indramayu belum bisa di hubungi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *